Ibn Hasym ulama dan pujangga juga ahli hukum Andalusia berkata:
<!--[if !supportLists]--> <!--[endif]-->“Cinta itu bagaikan pohon, akarnya menghunjam ke tanah dam pucuknya banyak cabang.”
SUFI ZAMAN TABI’IN : HASSAN AL BASRI DAN SAID BIN MUSAYYAB - mendekati Allah swt dengan sifat takut (kepada Allah dan neraka)dan sedih
SAID BIN MUSAYYAB t
“tidak ada orang yang benci mati melainkan orang yang ragu. Kerana seorang kekasih dalam segenap waktu, tidak pernah benci berjumpa dengan kekasihnya.”
CINTA ADALAH ANUGERAH YANG TERINDAH DARI MAHA PENCIPTA.
<!--[if !supportLists]--><!--[endif]--> Syariat Allah mengatur manusia untuk mengelola perasaan cintanya sehingga menghasilkan cinta yang lebih dalam, murni dan abadi iaitu cinta Allah swt.
JIKA TELAH TERSASAR : LALUILAH 5 M:
<!--[if !supportLists]-->• <!--[endif]-->Mujahadah
<!--[if !supportLists]-->• <!--[endif]-->Muraqabah
<!--[if !supportLists]-->• <!--[endif]-->Muhasabah
<!--[if !supportLists]-->• <!--[endif]-->Mu’ahadah
<!--[if !supportLists]-->• <!--[endif]-->Mu‘aqabah
No comments:
Post a Comment